Seraungpost, Tarakan – DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melayangkan kritik tajam terhadap buruknya tata kelola Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan, meski investasi pembangunan telah menembus hampir Rp300 miliar. Kritik ini disampaikan dalam rapat gabungan komisi yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muddain, Kamis (13/11/25).
Muddain menilai kualitas pelayanan pelabuhan masih sangat rendah, mulai dari pengelolaan parkir, kebersihan lingkungan dan toilet, hingga manajemen buruh. Ia menegaskan Pelabuhan Tengkayu 1 seharusnya menjadi ikon Kaltara yang memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa.
“Kami melihat 57 personil yang ada tidak dimaksimalkan. Kebersihan WC saja tidak terurus,” ujarnya.
DPRD memberikan waktu dua minggu kepada Dinas Perhubungan dan UPTD Pelabuhan untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Jika tidak ada peningkatan, DPRD akan melakukan evaluasi besar-besaran, termasuk kemungkinan perombakan kepengurusan.
Langkah ini diambil untuk memastikan investasi besar yang telah digelontorkan sebanding dengan kualitas pelayanan dan kenyamanan penumpang di Pelabuhan Tengkayu 1. (Adv)

























Tinggalkan Balasan